Mengisi waktu luang di sela aktivitas menuntut ilmu. Saya Tri Budhi Santoso bersama teman-teman sepermainan.
Senin, 23 September 2013
Taman Bermain Baru
Ada yang beda dengan pagi ini.
Ibu menulis secarik kertas, ucapan selamat untuk taman bermain baru.
Mulai hari itu Tri Budhi Santoso resmi, hijrah dari Hang Tuah Raya no. 4 ke Gedung Galaktika.
Bismilah, semoga hasil-nya bukan main.
Jumat, 21 Juni 2013
Became Superstar
....ditemani
suara jangkrik malam ini saya duduk di lantai merah (sebutan untuk
teras rumah) saya merenung mengenai next step yang harus saya ambil.
Terbersit mengenai keinginan untuk menjadi superstar yang beraliran
metal.
Kayaknya seru ya saat mendengar kata superstar, tapi kayaknya untuk meraihnya gak mudah. Ulik-punya ulik ternyata trigger untuk menjadi superstar ya harus main sama superstar juga.
Yaaa paling gak ada dilingkungan superstar.
Superstar di sini bukan sekedar superstar tapi memiliki karir layaknya seorang superstar & kenapa alirannya harus metal? Metal di sini lebih kepada achievement berupa gold, silver atau bronze.
Emang kayaknya gak sesederhana tulisan ini ya, someday harus beneran naik panggung jadi superstar.
Ciputat, Juni 2013
Kayaknya seru ya saat mendengar kata superstar, tapi kayaknya untuk meraihnya gak mudah. Ulik-punya ulik ternyata trigger untuk menjadi superstar ya harus main sama superstar juga.
Yaaa paling gak ada dilingkungan superstar.
Superstar di sini bukan sekedar superstar tapi memiliki karir layaknya seorang superstar & kenapa alirannya harus metal? Metal di sini lebih kepada achievement berupa gold, silver atau bronze.
Emang kayaknya gak sesederhana tulisan ini ya, someday harus beneran naik panggung jadi superstar.
Ciputat, Juni 2013
Butuh Adaptasi, Lagi!
Malam
ini saya rindu kesibukan saat belajar di Pare, rutinitas belajar,
bertemu dengan banyak orang, tamasya dari satu kota ke kota lain, makan
ketan...ahhh pokoknya saya rindu.
Rutinitas kesibukan di jakarta membuat saya bosan. Yaaa mungkin, karena saya harus bed rest jadi rutinitasnya berjalan flat.
Hanya butuh adaptasi!
Yap hanya butuh adaptasi...
Yaaa paling gak sampai impian menjadi rockstar dengan aliran metal terwujud.
Ciputat, Juni 2013
Rutinitas kesibukan di jakarta membuat saya bosan. Yaaa mungkin, karena saya harus bed rest jadi rutinitasnya berjalan flat.
Hanya butuh adaptasi!
Yap hanya butuh adaptasi...
Yaaa paling gak sampai impian menjadi rockstar dengan aliran metal terwujud.
Ciputat, Juni 2013
Senin, 10 Juni 2013
Menghirup udara Jakarta
Finally I arrived in Jakarta. Rasa rindu yang tak kunjung di bendung akhirnya terbayar juga ketika sampai di terminal 3 bandara Soekarno Hatta.
Entah perasaan apa yang muncul malam tadi, antara rindu, resah & sedih bercampur menjadi satu.
Aku ingin peluk 'mamah', ingin peluk 3 jagoan dari kedua kakak-ku.
Setelah beberapa menit perjalanan dari bandara akhirnya sampai juga di rumah bulan & matahari, itu sebutan untuk rumah orang tua ku. Kata mereka nama kedua orang tua ku kalo diartikan secara literal artinya bulan untuk ibuku dan matahari untuk ayahku.
Begitu sampai di depan pagar, ibuku menyambutku dan memberikan sebuah pelukan hangat. Yap inikah surga? Hampir 3 bulan tak bertemu rasanya membuatku sangat rindu :')
Setelah masuk rumah baru-lah aku bertemu bapakku dan kata yang pertama keluar dari mulutnya adalah 'gitu dong kurusan'. Sekedar informasi bapak ingin sekali melihat badan anaknya yang tampan ini cukup atletis. Konon katanya saat ia muda badannya cukup atletis :)
Menghela napas... dan say alhamdullilah saya sudah di rumah. Rumah yang akan menjadi saksi langkah menuju cita-cita.
Ciputat, 29 Mei 2013
Minggu, 05 Mei 2013
Cari Kasur Baru
Nyari kasur di Pare bukan hal yang sulit, apalagi buat yang berkantong tebal. Tapi sayangnya ini bukan sekedar masalah kantong, ini masalah kapuk.
Kalo boleh dianalisa sebenarnya alasan orang memilih sebuah kasur, bukan sekedar dari penglihatan tapi lebih kepada faktor X (rekomendasi misalnya).
Setelah putar-putar keliling kota Pare akhirnya saya menemukan sebuah kostan yang lumayan nyaman menurut pandangan saya. Selain aksesnya mudah, banyak dede-dede (sebutan untuk cewe-cewe manis) kayaknya juga jadi faktor utama saya memilih kasur baru.
Setelah di pantau beberapa hari akhirnya saya memutuskan untuk menyewa kostan tersebut ya untuk bulan berikutnya, maklum kostan saya tinggal sekarang akan digunakan untuk acara pernikahan, alhasil semua penghuninya harus minggat. Tapi untuk saat ini saya tidak terlalu yakin dengan putusan saya, akhirnya saya hanya memberikan DP sebagai tanda jadi.
Siang itu begitu terik, setelah beberapa saat ku kayuh sepeda kumbangku sampailah di grammar course, Elfash namanya. Baru 2 minggu di Pare kayaknya saya sudah mengenal hampir se-grosir teman, ya walaupun kadang saya hanya panggil Mr atau Ms maklum saya suka lupa dengan nama :p
Usai kelas fundamental teman-ku dari Toraja mengajakku untuk mampir ke campnya di Elfash. Betapa exited-nya saya, maklum kan saya memang lagi mencari kasur baru, siapa tau inilah kasur yang saya cari.
Beberapa langkah dari kelas fundamental Grammar akhirnya saya sampai di kamarnya. Kamar ini lebih mirip seperti ship, ada 4 kasur tapi disusun bertingkat. Like a dorm in Amerika *gaya. Kayaknya seru juga nih kalo dapet kasur di sini. Akhirnya teman-ku asal Toraja ini menjelaskan mengenai program & peraturan di sini. Ehmmm kayaknya saya mulai tertarik nih. Saya hanya berkata, "nanti gw pikir-pikir dulu deh". Besok gw kasih jawaban, lagian gw juga udah DP kostan di tempat lain.
Sampai kostan saya bertapa bersama Atha membicarakan mengenai kasur baru. Setelah di timbang-timbang kayaknya lebih berat ke Elfash nih. Yaaa itung-itung ada yang ngawasin speak english selama di Pare. FYI camp di Pare hampir semuanya punya rules harus menggunakan bahasa inggris selama di dalam camp, kalo speak bahasa ya siap-siap mendapat punishment dari tutor (sebutan untuk pengawas).
Keesokan harinya saya meluncur ke kamar teman saya asal Toraja ini saya bilang, "kayaknya gw pindah ke sini aja deh boy" Dia berkata: Ok kalo begitu...
Dan mulai 10 Maret 2013, Tri Budhi Santoso memilih kasur di Elfash untuk sekedar melepas lelah selama saya studying in Pare.
Kalo boleh dianalisa sebenarnya alasan orang memilih sebuah kasur, bukan sekedar dari penglihatan tapi lebih kepada faktor X (rekomendasi misalnya).
Setelah putar-putar keliling kota Pare akhirnya saya menemukan sebuah kostan yang lumayan nyaman menurut pandangan saya. Selain aksesnya mudah, banyak dede-dede (sebutan untuk cewe-cewe manis) kayaknya juga jadi faktor utama saya memilih kasur baru.
Setelah di pantau beberapa hari akhirnya saya memutuskan untuk menyewa kostan tersebut ya untuk bulan berikutnya, maklum kostan saya tinggal sekarang akan digunakan untuk acara pernikahan, alhasil semua penghuninya harus minggat. Tapi untuk saat ini saya tidak terlalu yakin dengan putusan saya, akhirnya saya hanya memberikan DP sebagai tanda jadi.
Siang itu begitu terik, setelah beberapa saat ku kayuh sepeda kumbangku sampailah di grammar course, Elfash namanya. Baru 2 minggu di Pare kayaknya saya sudah mengenal hampir se-grosir teman, ya walaupun kadang saya hanya panggil Mr atau Ms maklum saya suka lupa dengan nama :p
Usai kelas fundamental teman-ku dari Toraja mengajakku untuk mampir ke campnya di Elfash. Betapa exited-nya saya, maklum kan saya memang lagi mencari kasur baru, siapa tau inilah kasur yang saya cari.
Beberapa langkah dari kelas fundamental Grammar akhirnya saya sampai di kamarnya. Kamar ini lebih mirip seperti ship, ada 4 kasur tapi disusun bertingkat. Like a dorm in Amerika *gaya. Kayaknya seru juga nih kalo dapet kasur di sini. Akhirnya teman-ku asal Toraja ini menjelaskan mengenai program & peraturan di sini. Ehmmm kayaknya saya mulai tertarik nih. Saya hanya berkata, "nanti gw pikir-pikir dulu deh". Besok gw kasih jawaban, lagian gw juga udah DP kostan di tempat lain.
Sampai kostan saya bertapa bersama Atha membicarakan mengenai kasur baru. Setelah di timbang-timbang kayaknya lebih berat ke Elfash nih. Yaaa itung-itung ada yang ngawasin speak english selama di Pare. FYI camp di Pare hampir semuanya punya rules harus menggunakan bahasa inggris selama di dalam camp, kalo speak bahasa ya siap-siap mendapat punishment dari tutor (sebutan untuk pengawas).
Keesokan harinya saya meluncur ke kamar teman saya asal Toraja ini saya bilang, "kayaknya gw pindah ke sini aja deh boy" Dia berkata: Ok kalo begitu...
Dan mulai 10 Maret 2013, Tri Budhi Santoso memilih kasur di Elfash untuk sekedar melepas lelah selama saya studying in Pare.
Langganan:
Postingan (Atom)



























